Backend

Implementasi Debugging Tools Telescope di Laravel

Telescope merupakan salah satu official package dari Laravel yang dirancang oleh sang kreator Laravel (Taylor Otwell) dan rekannya Mohamed Said sebagai debugging...

Written by Iqbal Syahrul Siddiq · 1 min read >

Telescope merupakan salah satu official package dari Laravel yang dirancang oleh sang kreator Laravel (Taylor Otwell) dan rekannya Mohamed Said sebagai debugging tools. Package ini sangat cocok diimplementasikan pada project Laravel skala besar, gunanya untuk memantau kinerja sistem dan mendeteksi aktivitas-aktivitas yang dilakukan website yang kita rancang. Sederhananya package ini seperti Log sistem. Selain itu, kerennya lagi implementasinya sangat mudah.

Pada postingan kali inin kita akan melakukan implementasi debugging tools Telescope pada project Laravel. Versi Laravel yang akan kita gunakan adalah Laravel 5.8. Ikuti tahapan berikut :Pertama, tentu kita harus siapkan project laravel terlebih dahulu, gunakan Laravel 5.8 ya, untuk panduan instalasi dna konfigurasi detail Laravel, bisa akses di halaman Official Website Laravel . Jalankan perintah berikut :

composer create-project --prefer-dist laravel/laravel laravel-telescope "5.8.*"

Jika instalasi project sudah selesai, lanjut kita install package Telescope pada project laravel. Jalankan perintah berikut :

php artisan:telescope install

Selanjutnya kitaa harus mem-publish asset dan migration. Sebelumnya, buka file App/Providers/AppServiceProvider.php, ketikan kode berikut :

<?php

namespace App\Providers;

use Illuminate\Support\ServiceProvider;
use Schema; 

class AppServiceProvider extends ServiceProvider
{
    /**
     * Register any application services.
     *
     * @return void
     */
    public function register()
    {
        //
    }

    /**
     * Bootstrap any application services.
     *
     * @return void
     */
    public function boot()
    {
        Schema::defaultStringLength(191);
    }
}

Sekarang kita jalankan perintah migration

php artisan migrate

Saat perintah tersebut dijalankan, maka akan muncul file telescope.php di folder config (config/telescope.php). Buka file telescope.php, dan pastikan telescope master switch sudah ENABLED

 /*
    |--------------------------------------------------------------------------
    | Telescope Master Switch
    |--------------------------------------------------------------------------
    |
    | This option may be used to disable all Telescope watchers regardless
    | of their individual configuration, which simply provides a single
    | and convenient way to enable or disable Telescope data storage.
    |
    */

    'enabled' => env('TELESCOPE_ENABLED', true),

FYI berikut ini aksi-aksi sistem yang bisa kita pantau melalui telescope yang kita install :

  • Requests Watcher
  • Commands Watcher
  • Schedule Watcher
  • Jobs Watcher
  • Exceptions Watcher
  • Logs Watcher
  • Dumps Watcher
  • Queries Watcher
  • Models Watcher
  • Events Watcher
  • Mail Watcher
  • Notifications Watcher
  • Gates Watcher
  • Cache Watcher
  • Redis Watcher

Sampai sini proses instalasi sudah selesai, gimana simple kan ? next kita uji. jalankan laravel menggunakan perintah

php artisan serve

Telescope memiliki route tersendiri, ketikan alamat url : http://localhost:8000/telescope. Intinya telescope akan bekerja pada route /telescope (http://domain-utama/telescope).

Cara kerjanya gimana ? gampang, kita buktikan dengan satu contoh, coba jalankan dan aktifkan auth scaffolding dengan perintah berikut :

php artisan make:auth

Dengan perintah tersebut laravel project memiliki halaman Login dan Register, lalu coba Register lalu Login.

Setelah coba login / register, cek di telescope pada menu Request

Telescope Request

Yup, sekian postingan kali ini, Semoga bermanfaat……

Written by Iqbal Syahrul Siddiq
Project Manager at PT. Santai Berkualitas Syberindo Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *